Hati-Hati! Modus Penipuan Daftar Dulu, Transfer Dulu Semakin Marak
By :Om.Doy Tanggal :08 Mar 2026, 23:47:17 WIB 0 Comments

Hati-Hati! Modus Penipuan Daftar Dulu, Transfer Dulu Semakin Marak

Di tengah kemudahan transaksi digital, berbagai modus penipuan juga ikut berkembang. Salah satu yang kini sering terjadi adalah penipuan dengan cara meminta korban mendaftar lalu melakukan transfer uang terlebih dahulu.

Modus ini banyak ditemukan di media sosial, aplikasi pesan, hingga iklan di internet. Pelaku biasanya menawarkan peluang yang terlihat menarik, sehingga korban tidak menyadari bahwa mereka sedang dijebak. Otoritas keuangan juga mengingatkan bahwa berbagai bentuk penipuan digital semakin marak dan masyarakat perlu lebih waspada terhadap tawaran yang tidak jelas.


Bagaimana Modus Ini Bekerja?

Cara kerja penipuan ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi sering kali berhasil menipu banyak orang.

Biasanya pelaku akan melakukan beberapa langkah berikut:

1. Menawarkan sesuatu yang menarik
Pelaku memasang iklan atau mengirim pesan yang berisi penawaran seperti:

  • Lowongan kerja online
  • Peluang bisnis atau reseller
  • Program investasi
  • Kursus atau pelatihan
  • Program hadiah atau undian

Tawaran tersebut biasanya terlihat sangat menggiurkan, misalnya penghasilan cepat atau keuntungan besar.

2. Meminta korban mendaftar
Setelah korban tertarik, pelaku akan meminta korban mengisi formulir pendaftaran atau bergabung ke grup tertentu, biasanya melalui WhatsApp atau Telegram.

Agar terlihat meyakinkan, pelaku sering menampilkan:

  • Testimoni palsu
  • Bukti transfer palsu
  • Foto keuntungan anggota lain

3. Meminta transfer biaya awal
Setelah proses pendaftaran selesai, korban diminta melakukan transfer uang dengan berbagai alasan, seperti:

  • Biaya administrasi
  • Biaya pendaftaran
  • Deposit awal
  • Biaya pelatihan

Nominalnya biasanya tidak terlalu besar agar korban tidak terlalu curiga.

4. Pelaku menghilang setelah menerima uang
Setelah korban mentransfer uang, pelaku bisa:

  • Menghilang dan tidak bisa dihubungi
  • Meminta transfer tambahan dengan alasan lain
  • Menutup akun atau mengganti nomor

Akibatnya, korban kehilangan uang tanpa mendapatkan apa pun.


Mengapa Banyak Orang Tertipu?

Modus ini sering berhasil karena memanfaatkan psikologi korban.

Beberapa faktor yang membuat orang mudah tertipu antara lain:

Iming-iming keuntungan cepat
Penawaran seperti “kerja mudah, penghasilan besar” sering membuat orang tergoda.

Tampilan yang terlihat profesional
Pelaku sering menggunakan logo perusahaan, website palsu, atau akun yang terlihat resmi.

Tekanan waktu
Korban sering diberi batas waktu, misalnya “kuota tinggal sedikit” atau “promo hanya hari ini”.

Tekanan ini membuat korban terburu-buru mengambil keputusan tanpa memeriksa kebenarannya.


Tanda-Tanda Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu mengenali beberapa tanda penipuan:

  • Diminta membayar biaya sebelum mendapatkan layanan
  • Informasi perusahaan atau penyelenggara tidak jelas
  • Pembayaran diminta ke rekening pribadi
  • Janji keuntungan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan
  • Komunikasi hanya melalui chat atau media sosial

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya berhati-hati dan tidak langsung melakukan transfer.


Tips Agar Tidak Menjadi Korban

Berikut beberapa langkah sederhana untuk menghindari penipuan:

✔ Periksa apakah perusahaan atau program tersebut benar-benar resmi
✔ Jangan mudah tergoda dengan keuntungan yang terlalu besar
✔ Hindari transfer uang sebelum memastikan informasi jelas
✔ Cari ulasan atau pengalaman orang lain di internet
✔ Diskusikan dengan keluarga atau teman sebelum mengambil keputusan


Tetap Waspada di Era Digital

Kemajuan teknologi memang mempermudah banyak hal, termasuk transaksi keuangan. Namun di sisi lain, teknologi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan.

Karena itu, masyarakat perlu selalu berhati-hati. Ingat satu prinsip sederhana: jika sebuah penawaran meminta uang di awal tanpa kejelasan yang kuat, sebaiknya patut dicurigai.

Dengan lebih teliti dan tidak terburu-buru, risiko menjadi korban penipuan dapat diminimalkan.

 

source: (https://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-beberkan-modus-penipuan-yang-marak-terjadi-di-masyarakat?utm_source=chatgpt.com "OJK Beberkan Modus Penipuan yang Marak Terjadi di Masyarakat")