Berita Siaga
Malas Bergerak, Ancaman yang Sering Tidak Disadari: Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Terlalu Banyak
Pernahkah Anda menghitung berapa jam dalam sehari tubuh Anda benar-benar bergerak?
Bangun tidur, duduk di kendaraan, duduk di depan komputer, makan sambil duduk, kemudian pulang dan kembali duduk di sofa sambil bermain ponsel. Tanpa disadari, sebagian besar waktu kita bisa dihabiskan dalam posisi duduk.
Masalahnya, tubuh manusia tidak dirancang untuk terus-menerus diam.
Kurangnya aktivitas fisik kini menjadi salah satu perhatian kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan RI melalui data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 melaporkan bahwa 37,4% penduduk Indonesia usia 10 tahun ke atas tergolong kurang melakukan aktivitas fisik.
Lebih mengkhawatirkan lagi, data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipublikasikan Kemenkes pada November 2025 menunjukkan bahwa 95,8% peserta dewasa yang diperiksa tercatat memiliki aktivitas fisik yang kurang. Temuan ini menjadi pengingat bahwa pola hidup kurang bergerak bukan sekadar masalah kebugaran, tetapi berkaitan dengan kesehatan jangka panjang.
Bukan Hanya Soal "Malas Olahraga"
Ketika berbicara tentang kurang aktivitas fisik, banyak orang langsung berpikir, "Saya memang tidak pergi ke gym."
Padahal, aktivitas fisik tidak harus berarti olahraga berat.
Berjalan kaki, menaiki tangga, membersihkan rumah, bersepeda, berkebun, atau sekadar lebih sering berdiri dan bergerak selama bekerja juga merupakan bentuk aktivitas fisik.
Sebaliknya, terlalu banyak duduk dan menjalani gaya hidup sedentari dapat membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk mendapatkan manfaat dari gerakan sehari-hari.
WHO memperkirakan hampir 1,8 miliar orang dewasa di dunia—sekitar 31% populasi dewasa—tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik pada 2022. WHO juga memperingatkan bahwa angka tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 35% pada 2030 jika tren saat ini berlanjut.
�Apa yang Terjadi Jika Tubuh Jarang Bergerak?
Kurang bergerak dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
1. Risiko penyakit jantung meningkat
Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sebaliknya, kurang aktivitas fisik dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.
2. Berat badan lebih mudah bertambah
Ketika energi yang digunakan tubuh lebih sedikit sementara asupan kalori tetap tinggi, berat badan dapat meningkat.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit metabolik.
3. Risiko diabetes tipe 2 ikut meningkat
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai energi dan berperan dalam menjaga kesehatan metabolik.
WHO menyebut aktivitas fisik sebagai salah satu komponen penting dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular, termasuk diabetes tipe 2.
4. Kesehatan mental juga dapat terdampak
Manfaat bergerak bukan hanya untuk tubuh.
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta mendukung kesehatan otak dan kesejahteraan secara keseluruhan.
5. Tubuh menjadi lebih mudah merasa lelah
Paradoksnya, semakin jarang bergerak bukan berarti tubuh semakin "hemat energi".
Kurang aktivitas dapat membuat kebugaran fisik menurun sehingga aktivitas sederhana seperti berjalan jauh, menaiki tangga, atau melakukan pekerjaan rumah terasa lebih melelahkan.
Berapa Banyak Aktivitas Fisik yang Dibutuhkan?
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya:
150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu
atau sekitar 30 menit sehari selama 5 hari.
Alternatifnya adalah setidaknya 75 menit aktivitas fisik intensitas berat per minggu, atau kombinasi keduanya.
Yang penting, jangan berpikir bahwa Anda harus langsung berolahraga selama 30 menit jika belum terbiasa.
Mulailah dari yang realistis.
Misalnya:
- Jalan kaki 10 menit setelah makan
- Memilih tangga daripada lift
- Lebih aktif melakukan pekerjaan rumah
- Berdiri dan berjalan sebentar setelah duduk lama
- Bersepeda di akhir pecan
- Meningkatkan durasi aktivitas secara bertahap
Sedikit gerakan tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
"Saya Sibuk dan Tidak Punya Waktu Olahraga"
Ini mungkin alasan yang paling sering kita dengar.
Namun, masalahnya mungkin bukan selalu tidak punya waktu, melainkan belum menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas.
Tidak harus menunggu punya waktu satu jam untuk pergi ke gym.
Cobalah mengumpulkan aktivitas dalam beberapa kesempatan sepanjang hari. Berjalan selama beberapa menit, berdiri dari kursi, memilih berjalan kaki untuk jarak dekat, atau melakukan pekerjaan rumah dapat membantu meningkatkan total aktivitas harian.
Tubuh tidak membutuhkan kesempurnaan. Tubuh membutuhkan konsistensi.
Jangan Hanya Menunggu Tubuh Mengeluh
Salah satu masalah dari gaya hidup kurang bergerak adalah dampaknya tidak selalu langsung terasa.
Seseorang bisa merasa baik-baik saja meskipun memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula darah meningkat, kolesterol tinggi, atau berat badan yang terus bertambah.
Karena itu, aktivitas fisik perlu berjalan bersama dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit tidak menular.
Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kondisi dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh.
Kesimpulan: Mulai Bergerak Sebelum Tubuh Memaksa
Kurang bergerak mungkin terlihat seperti kebiasaan kecil.
Tetapi jika dilakukan setiap hari dan berlangsung selama bertahun-tahun, dampaknya terhadap kesehatan dapat menjadi jauh lebih besar.
Kabar baiknya, Anda tidak harus mengubah seluruh gaya hidup dalam satu hari.
Mulai dari 10 menit. Mulai dari berjalan. Mulai dari berdiri lebih sering. Mulai dari hari ini.
Karena menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati penyakit ketika sudah muncul, tetapi juga tentang mencegahnya sejak sekarang.
Sources:
- 50 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ungkap Masalah Kesehatan Masyarakat — 5 November 2025. (https://kemkes.go.id/id/50-juta-warga-ikut-cek-kesehatan-gratis-kemenkes-ungkap-masalah-kesehatan-masyarakat)
- Kurang Bergerak, Ancaman Tersembunyi Kesehatan Indonesia — 4 November 2025. (https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/kurang-bergerak-ancaman-tersembunyi-kesehatan-indonesia/)
- Nearly 1.8 billion adults at risk of disease from not doing enough physical activity — 26 Juni 2024. (https://www.who.int/news/item/26-06-2024-nearly-1.8-billion-adults-at-risk-of-disease-from-not-doing-enough-physical-activity)
- Sumber ini digunakan untuk menjelaskan manfaat aktivitas fisik terhadap kesehatan fisik dan mental, serta rekomendasi aktivitas fisik untuk orang dewasa. (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity)
- 6 Manfaat Rutin Melakukan Aktivitas Fisik. (https://ayosehat.kemkes.go.id/6-manfaat-rutin-melakukan-aktivitas-fisik)
- Berapa Banyak Aktivitas Fisik yang Anda Butuhkan? (https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2459/berapa-banyak-aktivitas-fisik-yang-anda-butuhkan)